Review: The Dark Knight (Haris)

BATMAN : THE DARK KNIGHT (http://www.exodiac.com/movies/reviewdetail.php?id=EMR0000571)
Pemain : Christian Bale, Heath Ledger, Morgan Freeman, Michael Caine, Gary Oldman, Aaron Eckhart, Maggie Gyllenhaal, Eric Roberts, Anthony Michael Hall, Nestor Carbonell, Melinda McGraw, Nathan Gamble, Michael Jai White
Reviewer : Haris
Kategori : Action, Crime, Drama
Review :
Saya pada awalnya ingin mengklaim jika ‘The Dark Knight’ adalah film tentang superhero terbaik yang pernah saya tonton. Tapi saya menimbang ulang perspektif tersebut, karena setelah saya fikir-fikir tidak ada yang super tentang Batman. Dia hanya seorang manusia tangkas yang cerdas, ulet dan dibantu dengan kekayaan yang luar biasa untuk menciptakan gadget yang mampu mengakomodir kebutuhan kegiatan ‘malam’-nya. Lantas kalau bukan film tentang superhero, ini film tentang apa ya?

Yang saya dengar ‘The Dark Knight’ memicu provokasi akan subgenre yang bernama comic-book-movie. Saya sebenarnya kurang paham tentang istilah itu. Mungkin nanti saya periksa di Wikipedia, itu juga kalau sudah ada. Menurut saya ‘The Dark Knight’ terlalu kompleks untuk dikotakkan pada satu titik saja, sebagian drama, sebagian aksi dan mengandung unsur-unsur psikologis yang kental.

Cerita merupakan sambungan langsung dari ‘Batman Begins’. Bruce Wayne mulai menekuni dengan serius kegiatan malamnya, sementera masyarakat terbelah antara mendukung dan menentang. Begitu juga dengan pihak kepolisian. meski telah benyak membantu, sekutu yang ia bisa andalkan cuma (bakal) Komisaris Gordon (Gary Oldman). Sementara itu seorang Jaksa Wilayah bernama Harvey Dent (Aaron Eckhart)-yang bagi siapa saja yang pernah membaca komiknya bakal tahu itu siapa-tengah memgusut dunia hitam di Gotham, sisa-sisa yang ditinggalkan oleh Falcone sebelumnya. Harvey sendiri bekerjasama dengan Rachel Dewes (Maggie Gyllenhaal, menggantikan Katie Holmes) asisten sekaligus kekasihnya. Sementara itu, seorang kriminal kecil bernama Joker memasuki Gotham dan memulai eksperimennya dengan kekacauan terhadap komunitas Gotham. Intrik Joker inilah yang akan mepertemukan mereka dalam nasib yang akan menentukan masa depan mereka.

Saya mengagumi kerangka struktur dunia yang direka Christoper Nolan sebagai sutradara, membawa Batman kedalam multi-dimensi yang dapat direlasikan dengan mudah kepada penonton, sekaligus menghilangkan jarak dengan penontonnya, karena film terasa lebih membumi. Bahkan, dibandingkan ‘Batman Begins’ film ini mengandung unsur realisme yang lebih kental.

Filmnya sendiri berjalan dengan suspensi yang terjaga, dengan kejutan-demi-kejutan yang membuat kita terhenyak di kursi kita. Skrip, yang ditangani secara duet Christoper dengan sudara laki-lakinya Jonathan, menghadrikan ritme yang dinamis, plot yang cerdas dan menghindarkan penyederhanaan konflik dan solusi yang biasa di film-film sejenis dan uniknya juga menyelipkan alegori puitis sarat makna.

Gotham adalah seting bagi pertikaian abadi antara kejahatan melawan kebaikan, yang dalam hal ini dipersonifikasi melalui simbol-simbol yang diusung oleh Batman dan his archenemy Joker! Kemunculan Joker sudah diindikasikan melalui akhir ‘Batman Begins’ sehingga memang sudah dapat diantisipasi kehadirannya.

Yang tidak diharapkan, ternyata Heath Ledger, pemeran Joker mutakhir, meniupkan ruh yang luar biasa untuk menghidupkan karakter Joker; cerdas, sadis, sekaligus menggelikan namun loveable. Lho, apakah karakter villain seperti Joker bisa dikatakan loveable? Bisa, Ledger membuktikannya. Dia memang kejam, namun Joker bukanlah karakter psikopat yang gampang dibenci, karena kita menyadari jika Joker sendiri dihadirkan Nolan dengan dimensi yang lebih luas, menghindari tipikal warna hitam dalam karakternya dan elaborasi latar belakang yang lebih subtil sekaligus humanis.

Gestur, mimik, intonasi, dan attitude Joker dimanifestasikan dengan sangat sempurna oleh Ledger, sehingga kita teryakinkan jika ia adalah Joker dan Joker itu adalah Ledger. Sayangnya ini menyebabkan jika karakter Joker terasa sangat mendominasi, menyebabkan Christian Bale dan Batmannya terasa termarginalkan, meskipun dia meneruskan dengan persistensi yang kuat sebagai Bruce Wayne yang flamboyan dan Batman yang kelam dan misterius.

Aaron Eckhart sendiri tak kalah gemilangnya dalam mencuri perhatian. Dan tentu saja, dengan nama-nama seperti Maggie Gyllenhaal, juga Michael Caine dan Morgan Freeman yang meneruskan peran merekan sebagai Alfred dan Lucios Fox adalah aktor-aktor kuat yang memberi nuasa kuat pula dalam membentuk narasi film ini menjadi lebih solid.

‘The Dark Knight’ adalah film Batman yang paling kelam sekaligus paling luar biasa. Ia menghadirkan pahlawan dan villain dengan trauma emosionil yang mendalam. Dengan kerangka “superhero” justru Christoper Nolan membawa konflik psikologis ini menjadi sarana dengan elemen fantastis untuk sebuah kontemplasi sederhana; kita hidup dipilihan yang mana?

Exodiac.com

~ by Exodiac on 27 July 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: